Dari Persikad

Disini kita akan berbicara tentang sepakbola. kita akan banyak berbicara sisi positif sepakbola. Bila ada sisi negatifnya biarkan itu menjadi tugas bersama yang harus kita perbaiki.

Tentang SuperDepok

Walau berwarna biru SuperDepok sejatinya 'lintas warna' disini 'warna' tidak lagi menjadi ideologi yang harus dibela. semangat sportivitas dan perdamaian menjadi cita-cita bersama terbentuknya SuperDepok. Harapan tertinggi kami adalah sepakbola benar-benar menjadi hiburan dan tontonan bukan lagi ajang perpecahan.

Acara Buka Puasa Bersama Super Depok

Menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Kawan-kawan dari Super Depok mengadakan acara Buka Puasa Bersama pada hari Minggu 21 Juli 2013. Bertempat di kios Super Depok yang berada di Jl. Nusantara Raya, tepatnya PLN.

Dalam acara tersebut kami juga turun ke jalan untuk membagikan takjil untuk orang-orang yang melewati jalanan sekitar kios tersebut.
Acara ini cukup ramai, banyak kawan-kawan lain yang menghadiri acara ini.
Dan yang paling penting adalah acara ini juga menjadi ajang bersilaturahmi dan melepas rindu sesama suporter Persikad.

Super Depok yang biasanya berada di tribun stadion Merpati dan mendukung penuh Persikad Depok, kini kembali berkumpul dalam acara buka bersama dan pembagian takjil ini.
Super Depok menunjukan bahwa sesungguhnya suporter Persikad Depok selalu eksis dan selalu mendukung Persikad Depok.
Kawan-kawan dari Super Depok pun siap mendukung Persikad musim depan. Super Depok tak akan kemana-mana.

Berikut beberapa gambar kegiatan tersebut :


Kami Super Depok, berterima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan datang dan membantu kami dalam suksesnya acara ini.

Semoga kita semua di berikan kelancaran di bulan yang penuh berkah ini. Dan semoga kita semua nanti bisa bertemu lagi di stadion kebanggaan kita Merpati untuk mendukung penuh Persikad Depok.

Sekali lagi, Terima kasih!

Sumber : Super Depok Cyber Bookmark and Share Selengkapnya...

Pertandingan Akhir Musim, Persikad vs Persitema Berakhir Imbang 2-2

Laga Persikad Depok kontra Persitema Temanggung berakhir sama kuat dengan skor 2-2, dalam putaran kedua grup dua Divisi Utama Liga Indonesia, Jumat (21/6) di Stadion Merpati, Depok.

Dalam laga kandang kali ini, pendukung Persikad harus menunggu hingga penghujung babak pertama untuk menyaksikan si “kulit bundar” masuk ke gawang tim tamu.

Dari sebuah sepak pojok yang dilakukan Aji Nuprizal, bola yang jatuh di kaki Fadli Haris langsung dilesatkan menuju pojok kiri gawang Persitema. Bola tak mampu dijangkau Roma. Papan Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Usai turun minum, Persitema berhasil bangkit dari ketertinggalan. Lewat stiker andalannya, Kurnanda Fajar Sakti Aji, pada menit ’48, Persitema berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hanya selang 3 menit, lagi-lagi tim tamu berhasil membobol gawang Persikad melalui M Yunus. Pada menit ’51, mendadak Persitema pun membalikan keadaan menjadi 1-2.

Devisit 1 gol, intensitas serangan Persikad sejumlah rotasi pemain dilakukan “Serigala Margonda”. Hingga akhirnya pada menit ‘81, Persikad kembali menyamakan kedudukan, lewat heading legiun asingnya, Ronnie Carvalho.
Posisi skor sama kuat, yakni 2-2, tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Ricky Juliansyah

Sumber : http://sport.depoklik.com/persikad-vs-persitema-berakhir-imbang-2-2/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Tunduk 0-2 dari PSCS, Srigala Depok kehilangan taring

Persikad tak berdaya melawan PSCS di kandang. Skuad Serigala Margonda harus mengakui keunggulan 2 gol tanpa balas dalam lanjutan kompetisi divisi utama grup 2 di stadion Merpati Depok, Rabu (27/2) Sore.
Pendukung tuan rumah, dikejutkan oleh tendangan keras yang dilakukan Wahyu Tri Harjanto. Dari luar kotak pinalti, shooting keras yang dilakukan Wahyu berhasil menggetarkan jala gawang Persikad yang dikawal Agung di menit ke-13.
Bukannya membalas, Persikad malah kebobolan lagi. PSCS Cilacap berhasil menggandakan keunggulan, kali ini lewat kaki Taryono, sontekan keras sang kapten dari area terlarang membuat Agung memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. menit 41,
Pertandingan babak kedua baru dimulai, gawang persikad kembali terancam, kali ini lewat, Owang A Bong. Legiun asing PSCS itu mendapat umpan tarik, sayang tendangannya masih melenceng tipis di kanan gawang yang di kawal Agung.
Kembali Persikad mempereoleh peluang lewat kerjasama anatara boax dan Azis. Umpan tarik Azis yang disambut tandukan Dede Mursid coba di serobot Fadli. Wendra yang masih sigap mengamankan bola, harus mendapatkan perawatan medis di menit ke-57.
Menit ke 62 giliran PSCS mendapatkan peluang emas. Bola yang tidak sempurna diamankan Agung, coba dimanfaatkan Taryono. Sepakannya ke gawang yang sudah tak terkawal masih membentur Agus. Gawang Persikad pun aman.
Baru masuk menggantikan Azis, Dika Albana mengancam gawang PSCS. Umpan silang yang didapatnya belum mampu dimaksimalkan dengan baik dan gol yang ditunggu tak juga tercipta.
PSCS kembali menebar ancaman, lewat Nnengu Bienyenu, sprin dan kontrol bola pemain asing PSCS itu berhasil menembus jantung pertahan Persikad. Beruntung kali ini Agung lebih sigap menepis bola, sehingga hanya berbuah tendangan sudut.
Empat menit tambahan waktu tak mampu dimaksimalkan skuad Persikad untuk mencetak gol. Tak ada gol tercipta dibabak kedua. Persikad harus mengakui keunggulan PSCS 0-2. Dengan hasil ini, Persikad masih setia menghuni dasar klasemen dengan poin 1 hasil, pertandingan seri melawan Persiku Kudus.
Ricky Juliansyah/DN 

Sumber : http://sport.depoklik.com/tunduk-0-2-dari-pscs-persikad-masih-betah-di-dasar-klasemen/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Jadwal Divisi Utama Grup II (Persikad Depok) 2013

Kick off akan digelar pada Minggu, 27 Januari 2013. Pertandingan pembuka mempertemukan PSIP Semaranga kontra PSCS Cilacap. Sementara, PERSIKAD Depok yang juga ikut ambil bagian dalam kompetisi divisi utama ISL itu. Kompetisi terbagi menjadi empat grup. PERSIKAD terbabung di Grup II bersama 10 tim lainnya dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. PERSIKAD Depok akan bermain di Lapangan Merpati. Berikut jadwal pertandingan lengkap PERSIKAD Depok.

PUTARAN 1 :
Rabu, 30 Januari 2013 PERSITEMA vs PERSIKAD = AWAY
Minggu, 3 Februari 2013 PERSIP vs PERSIKAD = AWAY
Sabtu, 9 Februari 2013 PERSIKAD vs PSIS = HOME
Rabu, 13 Februari 2013 PERSIKAD vs PERSIKU = HOME
Selasa, 19 Februari 2013 PERSIS vs PERSIKAD = AWAY
Sabtu, 23 Februari 2013 PERSIPUR vs PERSIKAD = AWAY
Rabu, 27 Februari 2013 PERSIKAD vs PSCS = HOME
Minggu, 3 Maret 2013 PERSIKAD vs PSIM = AWAY
Jumat, 8 Maret 2013 PERSITARA vs PERSIKAD = AWAY
Sabtu, 30 Maret 2013 PERSIKAD vs PERSIKABO = HOME

PUTARAN 2
Rabu, 24 April 2013 PERSIKABO vs PERSIKAD = AWAY
Senin, 6 Mei 2013 PERSIKAD vs PERSITARA = HOME
 Kamis, 16 Mei 2013 PSCS vs PERSIKAD = AWAY
 Jumat, 24 Mei 2013 PERSIKAD vs PERSIPUR = HOME
Selasa, 28 Mei 2013 PERSIKAD vs PERSIS = HOME
Sabtu, 1 Juni 2013 PSIS vs PERSIKAD = AWAY
Rabu, 5 Juni 2013 PERSIKU vs PERSIKAD = AWAY
Minggu, 9 Juni 2013 PERSIKAD vs PERSIP = HOME
Kamis, 13 Juni 2013 PERSIKAD vs PERSITEMA = HOME Sumber : Depoklik.com Bookmark and Share Selengkapnya...

Jelang kompetisi Divisi I BLAI Coach Ismail sudah kantongi 18 nama pemain

Hingga kemarin, kejelasan operasional persiapan tim Persikad yang akan turun dalam kompetisi Divisi I Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2012, belum begitu jelas. Namun koordinator pelatih Ismail Markawi menyebutkan, pada dasarnya tim sudah siap.

“Masih ada koordinasi yang belum rapi. Latihan belum bisa kami mulai. Namun yang pasti Kamis [22/03] nanti, tim tetap latihan,” kata Ismail.

Diketahui, Persikad Kota Depok sudah terdaftar untuk mengikuti kompetisi Divisi I BLAI 2012. Pendekar Ciliwung tergabung di Grup 5 (home tournament) bersama tuan rumah Persikap Pekalongan, Persibas Banyumas, Persisra Sragen dan Persitas Tasikmalaya.

Disinggung soal materi pemain, Ismail menyebutkan sudah mengantongi nama 18 pemain. “Mayoritas dari DKP [pemain Persikad yang berdinas di DKP Kota Depok]. Nanti ada penambahan, dan prioritas tetap pemain Depok,” tandasnya.

Mengenai kesiapan tim, Ismail mengatakan sudah percaya dengan kondisi pemain yang ada. Sebab, selain rutin melakukan latihan setiap hari Kamis di Stadion Merpati, para pemain yang akan turun di Divisi I BLAI ini belakangan sering mengikuti turnamen lokal.

“Paling tinggal pemulihan kondisi fisik dan pemantapan teamwork saja,” singkat Ismail.

Sumber : Harian Umum MonitorDepok Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad masuk Grup 5

Tim Persikad Kota Depok yang rencananya diturunkan dalam kompetisi Divisi I Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2012, tergabung di Grup 5. Undian pembagian grup berlangsung Sabtu (17/3) malam di Jakarta.

Dengan memakai sistem home tournament, Persikad bergabung bersama tuan rumah Persikap Pekalongan, Persibas Banyumas, Persisra Sragen dan Persitas Tasikmalaya.

Informasi tersebut didapatkan dari koordinator pelatih Persikad, Ismail Markawi, kemarin. “Depok bergabung dengan tuan rumah Pekalongan, Banyumas, Sragen dan Tasikmalaya. Pertandingan di Grup 5 BLAI ini direncanakan mulai pada 31 Maret,” ujar Ismail.

Ditambahkan Ismail, untuk melaju ke putaran berikutnya, Persikad minimal harus berada di dua terbaik Grup 5. Diketahui, dalam drawing kompetisi ini, kompetitor disebar dalam 12 grup. Juara dari Divisi I BLAI akan melenggang atau promosi ke Divisi Utama ISL.

“Kami masih koordinasi soal jalannya tim ini. Kalau soal materi pemain, Insya Allah sudah siap, karena pada dasarnya Persikad [senior] rutin latihan sekali seminggu,” ujar Ismail.

Dengan adanya kompetisi yang bakal diikuti oleh Persikad, maka program atau jam latihan tim selama ini akan ditambah. 

“Dalam minggu ini, mudah-mudahan semua koordinasi sudah selesai, dan tim bisa latihan. Saya pikir, dengan mengenyampingkan urusan dualisme pengurus sepak bola tanah air, yang namanya pemain sangat butuh kompetisi,” beber Ismail.

Itu berarti, pemain semisal Erwin Sumarlin, Agus Susanto, Ajat Sudrajat, Fadli Haris, Raja Sastra hingga Irfan Boak Safari bakal kembali merumput demi nama Kota Depok.

Untuk urusan jajaran pelatih, Ismail mengungkap nama-nama seperti Abdul Manan, Abdul Nurul Lestaluhu dan Bachtiar Ibrahim, besar kemungkinan bakal masuk dalam jajaran tim.

Sumber : Harian Umum Monitor Depok Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad bakal ikut Divisi I BLAI

Tak lama lagi, Persikad Depok kembali akan mengikuti kompetisi pentas nasional. Kali ini yg sedang disiapkan adalah tim senior untuk berjibaku di Divisi I Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2012.
Pemain seperti Erwin Sumarlin, Agus Susanto, Ajat Sudrajat, Fadli Haris, hingga Irfan Boak Safari bakal lembali merumput demi nama Kota Depok.
Dari sejumlah informasi yg dikumpulkan salah satu harian umum (Monde) didepok, kompetisi Divisi I BLAI ini akan digelar akhir bulan ini, dan diikuti sekitar 66 klub peserta. Karena pertimbangan efisiensi biaya, kompetisi rencananya akan dilakukan dengan sistem setengah kompetisi / home tournament yg tersebar dari seluruh daerah.
Untuk Divisi ini, tidak ada pembatasan umur pemain. Babk final rencananya digelar Agustus 2012.
"Persikad sudah mendaftarkan keikutsertaan di Divisi BLAI. Nanti ada koordinator pelatih yg akan hadir dalam manager meeting 17 Maret," kata perwakilan tim Persikad
Sementara dari koordinator pelatih tim, Ismail Markawi juga membenarkan, bahwa tim Persikad (senior) sudah didaftarkan ikut Kompetisi Divisi I BLAI. Menurutnya meskipun dipusat sedang terjadi 2 lisme kepemimpinan induk organisai sepakbola, yg namanya kompetisi sangat penting buat pemain & klub.
"Persikad pada dasarnya sudah siap. Tim yg kita persiapkan ini masih rutin latihan bersama sekali seminggu. Nanti jika jadwal & seperti apa perjalanan kompetisi ini berjalan sudah jelas, tentu program latihannya akan berbeda. Soal pemain, kami akan tambah beberapa pemain saja, & prioritas adalah pemain Depok yg pernah masuk skud Persikad," singkat IsmailM Bookmark and Share Selengkapnya...

Klub LPIS ikut Kongres KPSI

Tidak hanya klub-klub di bawah PT Liga Indonesia saja yang menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) yang digagas Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Namun, juga hadir klub-klub yang berada di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

"Tidak semuanya dari kompetisi ISL. Ada juga yang datang dari kompetisi LPIS. Saya tidak hapal semua, tapi yang dari Jawa Barat saja ada Persikad Depok, Persikab Bandung dan PSB Bogor. Lainnya seperti Persenga Nganjuk juga tetap kami terima. Asal surat mandatnya lengkap, tidak ada masalah meski dari klub LPIS," ujar Tonny di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu 17 Maret 2012.

Menurut Tonny, hingga malam ini sudah ada sebanyak 73 pemilik suara sah PSSI yang mendatangi lokasi tempat digelarnya KLB. KPSI sendiri telah mengundang sebanyak 101 pemilik suara PSSI berdasarkan Kongres Solo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 pemilik suara menyatakan siap menghadiri KLB.

Mereka yang siap datang terdiri dari 26 Pengurus Provinsi PSSI, 12 perwakilan klub Indonesia Super League (ISL), 14 klub Divisi Utama, 11 klub Divisi I, delapan klub Divisi II, serta empat klub Divisi III.

Selain mengundang pemilik suara sah PSSI, sebanyak 720 perwakilan klub dan Pengcab PSSI juga turut hadir. Klub-klub tersebut tidak hanya yang bermain di bawah kompetisi PT Liga Indonesia, tapi juga yang bermain di bawah pengelola PT LPIS.

Tonni sendiri memastikan pihaknya akan bersikap tegas terhadap peserta KLB. Bahkan KPSI telah menolak kedatangan delegasi Persiraja Banda Aceh untuk hadir dalam KLB besok, Minggu 18 Maret 2012.  Pasalnya, delegasi Persiraja tersebut tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat penunjukan dari klubnya.

"Mereka kami tolak karena surat kuasa yang ditunjukkan tidak lengkap persyaratannya. Hanya ada tandatangan Sekretaris Umum saja, tapi tidak dilengkapi tandatangan Ketua Umum. Dalam kongres ini kami, tetap gunakan peraturan yang berlaku. Surat mandat harus ditandatangani lengkap oleh Sekum dan Ketum," tegas Tonny.

Rencananya, setelah sukses menggelar Kongres Biasa mereka hari ini, besok pagi KPSI akan menggelar KLB yang akan dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB. Agenda KLB adalah memilih dan menentukan kepengurusan baru PSSI.

Sumber : Vivabola Bookmark and Share Selengkapnya...

Denyut Sepakbola Kota Depok

Sabtu (11/2/2012) lalu adalah partai kandang terakhir Persikad Depok di kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia. Persikad memiliki 4 partai sisa yang kesemuanya tandang. Partai kemarin mempertemukan mereka dengan Persikasi Bekasi, dimana pada pertemuan pertama di kandang lawan, Persikad menyerah 1-2.

Hanya 5 menit menggunakan sepeda motor waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari rumah ke Stadion Merpati, stadion yang buat saya juga menyimpan kenangan sebagai tempat bermain di pertandingan antar kelas pada waktu SMP, 15 tahun lalu. Stadion ini sangat sederhana fasilitasnya. Ruang parkir sempit, tribun yang hanya berkapasitas kurang lebih 1000 orang, dan kondisi rumput lapangan yang tidak rata.

Saya menyaksikan pertandingan di Tribun kelas satu, yang hanya seharga 15 ribu saja. Lagu dangdut dan Ebiet G. Ade membahana menjelang pertandingan, lagu Honky Tonk Woman-nya Rolling Stones mengalun di jeda pertandingan dan panduan dari announcer kocak berlogat Betawi-Depok yang kental adalah a simple happiness. Kalau untuk jalan-jalan ke mal-mal besar di Jakarta, mungkin uang segitu gak ada artinya. Tapi, membelanjakan 15 ribu rupiah untuk menyaksikan sebuah pertandingan grass roots level sepakbola Indonesia ternyata memiliki cerita tersendiri yang cukup menginspirasi dan menyentuh.

Pertandingan sendiri berlangsung menarik. Persikad yang ingin menang mengusung formasi ofensif 4-3-3. Dipimpin kapten Ahmad Sobari yang berpartner dengan Razi dan Imran di lini tengah, Persikad tampil mendominasi permainan. Sementara tim tamu bermain defensif dengan memasang hingga 5 pemain belakang dan 2 gelandang bertahan dalam skema 5-4-1. Persikad akhirnya menang tipis 1-0 melalui strikernya yang bernama Aidil setelah sundulannya hasil umpan lambung Sobari tidak mampu dibendung kiper lawan. Aidil adalah salah satu peserta seleksi Timnas U-21.

Dua minggu lalu saat melawan Perserang Kab. Serang, saya sama sekali tidak mengenal p
Pemain-pemain Persikad. Tapi kini dengan modal sebuah koran lokal dan mem-follow akun twitter @superdepokcyber yang dibuat oleh salah seorang suporter loyalnya, saya mulai akrab dengan klub berjuluk Pendekar Ciliwung ini.

Pengetahuan saya makin bertambah setelah secara kebetulan saya duduk menonton disebelah seorang Ibu yang ternyata adalah istri dari seorang staf pelatih dari Persikad. Dari beliau, saya mendapat cukup banyak cerita mengenai pasang surut klub ini.

Saya tahu kalau tim ini benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. 2008 adalah tahun awal kehancuran tim saat Pemerintah setempat memutuskan untuk menyetop anggaran dana untuk operasional klub. Imbasnya, gaji pemain tidak dibayar hingga 10 bulan. Seperti posting di blog saya http://footballerwannabe.blogspot.com/2012/01/pleasure-of-watching-grassroots-level.html beberapa waktu lalu, saat itu padahal Persikad sedang meniti jalan menuju Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (kala itu belum ada ISL, jadi Divisi Utama adalah kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia).

Persikad sempat diperkuat pemain-pemain asing yang cukup bagus seperti J.P. Boumsong (sekarang Persiram), Yusuke Sasa (sekarang Persikabo) dan Nana Onana (sempat di Persija) dan beberapa pemain Indonesia berkelas menengah seperti Nana Priatna, Guntur Gunawan, Syahroni, Irfan Sapari dan Nehemia Solossa. Di klub Persikad juga Muhammad Roby mengawali karir sepakbolanya, bahkan Syamsir Alam dan Irfan Bachdim juga dikabarkan pernah berlatih disini.

Krisis keuangan yang parah membuat tim tidak mampu menggelar dua pertandingan kandang, yang berakibat hukuman degradasi dari Divisi Utama ke Divisi Satu serta larangan berkompetisi di Divisi Satu selama setahun. Sepakbola kota Depok lalu mati suri. Seorang pemain yang mengalami cedera patah tangan bahkan harus merogoh kocek pribadi untuk biaya operasi.

Dari Ibu tadi saya mendapat informasi terkini tim ini. Kini dengan bantuan dari seorang tokoh lokal perorangan yang tidak dia ungkapkan identitasnya, Persikad mencoba bangkit. Dengan regulasi yang membatasi usia pemain hingga 23 tahun saja, Persikad diperkuat pemain-pemain muda. Pemain seperti Razi, Ahmad Sobari, Syukron, Tri Sumantri, Agung dan Aidil kini menjadi tulang punggung tim guna perjuangan mereka meloloskan diri ke Kompetisi Divisi Utama. Jika lolos ke Divisi Utama, Persikad diperbolehkan kembali untuk diperkuat pemain-pemain senior.

Persikad sekarang berbeda dengan Persikad yang kala itu diperkuat beberapa pemain asing dan bersaing di papan atas Divisi Utama. Sekarang, tim Persikad tidak memiliki Training Camp, mess atau sejenisnya. Tidak adanya fasilitas standar klub sepakbola tersebut membuat para pemain harus berada dalam kondisi prihatin. Mereka bahkan harus pergi ke stadion secara sendiri-sendiri tanpa menggunakan bus tim saat pertandingan. Begitu pula persoalan gizi pemain yang biasanya diatur oleh seorang ahli nutrisi, kini hanya diserahkan kepada masing-masing pemain, yang tentu berakibat buruk bagi pemain. "Banyak yang sakit mas, ada beberapa yang kena thypus segala, gara-gara pola makan gak diatur akibat ketiadaan mess." Kata Ibu tadi.

Ya begitulah Persikad sekarang. Jauh dari kemewahan yang umumnya didapat oleh tim sepakbola. Jersey original pun belum diproduksi, jadi gak ada tuh kita melihat seragam biru khas tim ini dipakai oleh penonton yang hadir di Stadion Merpati.

Sisa 4 pertandingan tandang akan menentukan nasib tim ini. Jika setidaknya mampu menduduki posisi runner-up, mereka akan lolos ke babak selanjutnya yang akan dibagi kembali menjadi grup baru. Mirip model kualifikasi Piala Dunia zona Asia-Oseania.

Walaupun bukan asli Depok, saya tetap memiliki ikatan emosional dengan kota ini. Saya sudah tinggal 20 tahun disini dan tentu saja berharap olahraga sepakbola menjadi bagian dari kota ini, menjadi khas kota ini. Denyut sepakbola kota ini masih ada, semoga ada pihak-pihak yang peduli untuk memberikan bantuan bagi klub ini. Menyalurkan talenta-talenta emas sepakbola Indonesia dari kota ini.

by Aditya Nugroho Bookmark and Share Selengkapnya...

Kiper Persikad Depok Masuk Timnas U-21




Penjaga gawang Persikad Depok, Hidayat Berutu, dipastikan lolos seleksi Timnas PSSI U-21, yang akan bertarung di turnamen Sultan Hasanah Bolqiah di Brunei Darussalam, 27 Februari mendatang.

Pria kelahiran Medan, 22 Juni 1991 setinggi 190 cm ini menyisihkan 6 kiper lainnya yang ikut seleksi timnas U-21. “Saya ingin memberikan yang terbaik, dan siap bersaing menjadi kipper inti di timnas,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (11/1).

Berutu menjadi satu-satunya pemain klub Depok yang diasuh Wahyu Ramadani yang lolos seleksi akhir. Tiga rekannya di Persikad, yakni Marta Dinata (gelandang), Imran Idris (gelandang), dan M. Aidil (striker) belum dapat menembus seleksi ini.

Seperti dilansir harian lokal Monitor Depok, setelah ini Berutu dan 24 pemain lainnya yang lolos seleksi timnas U-21 akan dikerucutkan lagi menjadi 18 pemain untuk diberangkatkan ke Brunei. Seleksi timnas U-21 sendiri akan dilanjutkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

sumber : www.http://depoklik.com/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad Depok Targetkan ke Papan Divisi I






Depok . - Tim kebanggaan warga Depok, Persatuan Sepak Bola Kota Depok (Persikad) akhirnya memastikan diri masuk kompetisi Divisi I PSSI musim kompetisi 2011-2012, dengan target masuk papan atas dalam grup 4 bersama dengan delapan tim lainnya di Jawa Barat.

“Kami sekarang lagi menyeleksi sekitar 80 pemain umur 23 untuk menjadi pemain yang tergabung di Persikad Depok. Mereka umumnya memiliki kemampuan yang merata dan cukup bagus, hanya yang kami butuhkan tidak mungkin seluruhnya,” tutur pelatih kepala Persikad Depok, Meiyadi Rakasiwi, seusai mengikuti latihan di Stadion Merpari Depok Jaya. Senin (12/12).

Masuknya Persikad Depok ke Divisi I, menurut Meiyadi Rakasiwi yang didampingi manajer tim, serta sejumlah ofisial, merupakan keputusan PSSI Pusat bidang kompetisi yang menggelar workshop PSSI di Jakarta, pekan lalu. Agenda utama pertemuan tersebut membahas kompetisi Divisi I dan Divisi Utama PSSI yang dihadiri sejumlah klub yang akan ikut dalam kompetisi.

Sedangkan delapan tim yang masuk dalam grup 4 adalah enam di Jawa Barat yakni PSGC Ciamis, Persik Kuningan, Persikasi Bekasi, Persika Karawang, Persikad Depok dan PSB Bogor. Selain itu, ditambah Persibangga Purbalingga dan Persibas Banyumas Jawa Tengah.

“Kami sangat bersyukur karena setelah melalui perjuangan berat, kami masih bisa bertahan di Divisi I nasional. Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yang rencananya bakal mulai digelar pada 16 Desember mendatang,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Manajer Tim, Persikad Depok melakukan seleksi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi calon pemain yang nantinya bakal bergabung dalam Pesik. Tidak hanya administratif, tetapi juga fisik, mental, skill dan berbagai elemen penting lainnya, sehingga nantinya terbentuk tim yang benar-benar solid.

Pelatih Kepala dan Manager mengakui, berada pada grup 4 kompetisi Divisi I cukup berat. “Tim yang tergabung dalam grup 4 terbilang tim yang tangguh di tatar Jabar maupun Jateng. Tetapi kami Persikad Depok akan berusaha semaksimal mungkin dengan target masuk dalam papan atas lah,” kata Meiyadi Rakasiwi Bookmark and Share Selengkapnya...

PSSI Akan Gulirkan Liga Amatir 2011-2012


PSSI siap menggulirkan Liga Amatir untuk musim kompetisi 2011-2012, hal itu seperti yang diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Liga Amatir Jerry Waleleng.

PSSI telah menggelar workshop dan sosialisasi peraturan yang diikuti sejumlah tim kontestan dari Divisi I, Divisi II, dan Divisi III Liga Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Untuk jadwal pembukaan pun sudah ditetapkan pada pertengahan Desember 2011.

"Memang jadwal kick-off yang kami berikan masih bersifat tentatif. Tapi setidaknya, semua tim bisa ada patokan untuk segera melakukan persiapan," kata Jerry.

Menurut dia, dalam acara workshop, klub peserta diberikan pemahaman mengenai aturan main serta tata cara pelaksanaan pertandingan serta format kompetisi.

"Ada perubahan yang cukup mendasar dari pelaksanaan sebelumnya. Terutama menyangkut pembatasan usia dan tempat pelaksanaan. Kita rencanakan untuk menggulirkan kompetisi dengan sistem home and away," tegas Jerry.

PSSI juga memutuskan untuk konsentrasi kepada pembinaan di level amatir. Karena itu, untuk Divisi I akan diikuti pemain U-23, sedangkan Divisi II adalah U-21 dan Divisi III adalah mereka yang berusia di bawah 19 tahun (U-19).

"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk pembinaan demi mendapatkan pemain untuk mengisi skuad timnas di semua jenjang usia. Sesuai regulasi, klub amatir masih boleh menggunakan APBD (Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah), yang selama ini mayoritas digunakan klub di tanah air," kata Jerry.

sumber : www.bola.net Bookmark and Share Selengkapnya...

PROFIL PERSIKAD DEPOK Divisi I Liga Indonesia 2011/12

Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok atau lebih populer dengan sebutan Persikad Depok adalah sebuah klub sepakbola profesional di bawah naungan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yang berasal dari kota Depok, Jawa Barat.

Prestasi tim berjuluk "Pendekar Ciliwung" yang saat ini terdaftar sebagai kontestan divisi I (satu) Liga Amatir Indonesia 2011/12 di pentas sepakbola nasional, tidak begitu menggembirakan. Hal itu menyusul krisis finansial yang terus melanda perjalanan tim ini.

Skuad

Kiper: Reza, Agung, Brutus.

Belakang: Willy, Deny, Imtiar, Lesta, Lucky, Mikdad, Syam, Sate, Mulyadi

Gelandang : Sukron, Razi A, Adnan, Sobary, Fauzan, Arifin, Maivan, Imran


Depan: Sahal, Rio A, Aidil, Irfan Bookmark and Share Selengkapnya...

Menuju Divisi I Liga Indonesia , Persikad Berbenah


Selasa (6/12) sore tadi, Persatuan Sepak Bola Depok (Persikad) menggelar seleksi pemain di Stadion Merpati, Depok, Jawa Barat.

Selama lima hari, 140 pemain sepakbola dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Depok dan sekitarnya di seleksi. Para pemain diseleksi langsung oleh manajer dan pelatih Persikad.

Tak hanya pengurus, warga pun ikut menyaksikan seleksi ini. Warga berharap, para pemain seleksi yang lolos untuk memperkuat tim kebanggan kota Depok nanti bisa menggaungkan Persikad dikancah persepakbolaan tanah air.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari warga Depok khususnya,” harap Misdi (51), Warga Margonda, Depok.

Senada dengan Misdi, Haryadi Kubil Mulyanam (30), Ketua Superdepok (Suporter Persikad) juga berharap persepakbolaan Kota Depok bisa ramai kembali seperti saat di Divisi Utama.

Sebelumnya, pada tahun 2010 Persikad pernah berada di kasta tertinggi sepak bola nasional yaitu di divisi utama. Namun karena melanggar Pasal 57 Kode Disiplin PSSI, yakni gagal menggelar pertandingan, akhirnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mendiskualifikasi Persikad ke Divisi Satu dan dilarang tampil selama satu musim kompetisi.

Baiklah, semoga dengan diadakan seleksi pemain ini, Persikad Depok bisa berjaya di liga-liga besar nasional.

sumber : http://depoklik.com/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Ujicoba serta ajang amal untuk Persikad








Setelah hilang tanpa kabar ketidak pastian, Persikad berencana mengadakan pertandingan uji coba. Namun ada yang lain dalam pertandingan uji coba mendatang. Menurut Meiyadi Rakasiwi eks pelatih tim Persikad Depok, ”laga nanti bisa diibaratkan Charity Shield, atau laga amal,” ungkapnya.
Pertandingan ujicoba ini tujuannya untuk membangkitkan gairah persepakbolaan di Kota Depok yang sudah mati suri, maka pertandingan ujicoba nanti akan digelar di Stadion Merpati Depok Jaya, Minggu (23/10) sore, mulai jam 15.30 WIB, melawan tim Pra PON Bengkulu. Kepada Superdepok (Suporter Persikad Depok) maupun masyarakat yang menyaksikan laga Minggu nanti, diharapkan menyisihkan sedikit uangnya pada panitia pertandingan.

Meiyadi Rakasiwi sendiri mengatakan rencana partai amal sekaligus ujicoba ini. ”Akan menambah kepedulian Masyrakat Depok dengan Persikad,” beber Bang Mei (sapaan Meiyadi Rakasiwi). ”dan tentunya membangun kembali gairah persepakbolaan di Kota Depok yang hampir hilang,” imbuhnya.
Walaupun kabar Persikad masih dalam ketidak jelasan tapi anak-anak asuhan Bang Mei ini masih aktif dalam latihan yang diselenggarakan setiap Selasa & Kamis di Stadion Merpati Depok.
Diharapkan dengan adanya Ujicoba ini Masyarakat yang merasa rindu akan tim kebanggan Kota Depok ini bisa merasa terobati, semoga Persikad dapat kembali berlaga di dalam Liga Indonesia *Save Of Persikad!! Bookmark and Share Selengkapnya...

Minal Aidzin Wal Fa Idzin


Bookmark and Share Selengkapnya...

Komdis Hukum Berat Persikad dan Persela

Sidang Komisi Disiplin PSSI kamis petang menjatuhkan hukuman diskualifikasi denda pada Persikad Depok hingga diturunkan ke Divisi 1, sementara di Liga Super, Persebaya dan Persela dihukum karena ulah suporternya.

Bookmark and Share Selengkapnya...

Inilah Klub Profesional yang Lolos Verifikasi PSSI


PSSI akhirnya mengumumkan nama-nama klub yang dinilai mereka profesional dan bisa menjalani kompetisi musim depan. Klub mana saja yang lolos?


Pada konferensi pers hari Kamis sore (25/8/2011), PSSI yang diwakili anggota Komite Eksekutif yang bertanggung jawab atas kompetisi, Sihar Sitorus, memaparkan saat ini sudah ada 34 klub yang lolos verifikasi untuk level 1, sedangkan untuk level 2 sudah ada 36 klub yang telah diverifikasi.

Nama-nama besar seperti Persib Bandung, Persema Malang, PSMS Medan sampai PSM Makassar masuk kedalam daftar tersebut.

Persija Jakarta, Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya terdaftar dalam klub terverifikasi untuk kompetisi profesional level 1, namun masih dengan catatan. Ketiganya harus segera menyelesaikan masalah dualisme kepemimpinan dengan mediasi PSSI.

Sedangkan Semen Padang, juga terdaftar sebagai klub terverifikasi untuk kompetisi level 1, masih belum mendapatkan surat keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai badan hukum PT. Kabau Sirah Semen Padang, yang menaungi klub tersebut.

Untuk peserta level 1 maksimal hanya 32 klub, karena itu pertengahan September mendatang AFC dan PSSI akan meninjau kesiapan stadion klub-klub peserta untuk memutuskan dua klub level 1 mana yang akan diturunkan ke level 2.

Setelah itu, nantinya kompetisi level 1 dipecah menjadi dua grup dengan masing-masing grup berisikan 16 klub.

Kompetisi level 2 akan diikuti 48 klub peserta yang akan dibagi menjadi empat grup berisikan 12 klub. Untuk saat ini, baru 36 klub. Dua diantaranya akan ditambahkan dari daftar 34 klub yang terverifikasi untuk level 1 namun tidak lolos kelaikan stadionnya.10 klub sisanya akan diambil dari 10 klub dari Divisi 1 diluar Klasemen musim lalu.[yob]

Berikut 34 klub yang lolos verifikasi untuk level 1:
1.Persipura
2. Arema
3. Persija
4. Semen Padang
5. Sriwijaya FC
6. Persisam
7. Persib
8. Persiwa
9. Persela
10. Persiba
11. PSPS Pekanbaru
12. Pelita Jaya
13. Deltras
14. Persijap Jepara
15. Bontang FC
16. Persema
17. Persibo Bojonegoro
18. PSM Makassar
19. Mitra Kukar
20. Persiraja Banda Aceh
21. PSMS Medan
22. Pro Duta
23. Persik Kediri
24. PSIS Semarang
25. PSCS Cilacap
26. Persikota Tangerang
27. Persis Solo
28. Persiba Bantul
29. Persebaya
30. PS Barito Putera
31. PSS Sleman
32. PSIR Rembang
33. PS Bengkulu
34. Persipasi

Berikut 36 klub yang masuk level 2:

1. PSAP Sigli

2. Persita Tangerang

3. Persih Tembilahan

4. Persitara

5. Persikabo

6. PSLS Lhoksumawe

7. PSSB Bireun

8. Persires Rengat

9. Persiram Raja Ampat

10. Gresik United

11. Perseman Manokwari

12. PSIM Yogyakarta

13. Persikab Bandung

14. Persemalra Tual

15. PPSM Magelang

16. Persidafon Dafonsoro

17. PSBI Blitar

18. Persigo Gorontalo

19. Persiku Kudus

20. Persipro Probolinggo

21. Perseru Serui

22. PSMP Mojokerto

23. PSBS Biak

24. Persbul Buol

25. Persepam Pamekasan

26. PSBL Langsa

27. Perssin Sinjai

28. Madiun Putra

29. Persewangi Banyuwangi

30. Persip kota Pekalongan

31. PSBK Blitar

32. PSGL Gayo Lues

33. KSB Sumbawa Barat

34. Persitema Temanggung

35. Persid Jember

36. Persepar Palangkaraya Bookmark and Share Selengkapnya...

Musim Depan, Kompetisi PSSI Kembali Dua Wilayah

PSSI akhirnya memutuskan untuk merubah format kompetisi kasta teratas menjadi dua bagian, yang terdiri dari 16 klub untuk setiap grup.

Sihar Sitorus, ketua Komite Kompetisi PSSI, mengungkapkan bahwa pembagian dua grup ini diambil untuk meringankan beban pengeluaran klub.

“Dengan mengurangi jumlah peserta (dalam satu grup) menjadi 16 klub dan pembagian wilayah, beban klub akan menjadi lebih ringan,” terang Sihar di Lapangan C, Senayan, Kamis (25/8/11).

Perubahan format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah bisa mengindikasikan kemunduran kualitas kompetisi. Pasalnya, menurut peraturan FIFA dan AFC, kompetisi kasta teratas suatu negara yang layak untuk mengirimkan wakilnya ke kompetisi Liga Champions Asia harus berformat satu wilayah.

“(Mengenai format kompetisi dua wilayah) sudah berkomunikasi dengan AFC. Mereka sudah sangat mengerti keadaan yang menimpa sepak bola Indonesia. Mereka mengikuti proses (keadaan sepak bola Indonesia) dan memahami,” lanjutnya.

Namun Sihar mengakui bahwa format ini hanya untuk digunakan dalam keadaan tertentu atau darurat, dan harus secepat mungkin berubah kembali menjadi kompetisi format satu wilayah.

“Ada saatnya kita harus kembali satu wilayah, mungkin musim depan atau dua musim lagi. Kalau mereka bilang kita harus kembali menjadi satu wilayah musim depan, atau dua musim lagi, ya kita ikuti,” tandas Sihar.

Sihar kemudian menjelaskan lebih detail soal format kompetisi musim depan.

“Dua tim teratas dari tiap wilayah akan bertemu silang, tandang-kandang. Juara Grup A ketemu runner up Grup B, dan sebaliknya. Sementara untuk degradasi, empat dari tiap grup akan degradasi, namun format lebih jelasnya bagaimana, PT. Liga yang akan mengatur,” pungkasnya.

Mengenai pengelolaan kompetisi musim depan, PSSI menunjuk PT. Liga Prima Indonesia yang dipimpin mantan CEO PT. Liga Primer Indonesia, Widjajanto.

Saat ini, verifikasi PSSI telah meloloskan 34 klub yang dianggap layak bermain di level 1. Setiap klub akan diverifikasi kembali soal kelayakan stadion, dua klub dengan stadion terburuk akan diturunkan ke level 2. Bookmark and Share Selengkapnya...

Menuju Liga Indonesia 2011/2012

Jakarta - Kompetisi sepakbola Liga Indonesia rencananya akan mulai bergulir pada 8 Oktober mendatang. Bagaimana perjalanan menuju ke sana sejauh ini?

Dengan kompetisi akan segera bergulir sekitar dua bulan ke depan, temuan cukup mengejutkan dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Dalam sebuah acara awal pekan ini, Djohar memaparkan kalau klub yang sudah dinyatakan masuk kategori klub profesional yang ditetapkan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), sejauh ini tidak sampai berjumlah 10.

Klub-klub yang sudah memenuhi syarat itu terdiri dari enam klub peserta Indonesia Super League (ISL) dan sisanya dari Liga Primer Indonesia (LPI): Semen Padang, Persib, Pelita, Deltras, Arema Indonesia dan Sriwijaya FC dari ISL, dan Persema Malang, PSM Makkassar dan Persibo dari LPI.

Untuk dapat disebut sebagai klub profesional sendiri ada lima syarat yang mesti terpenuhi yakni aspek legal, finansial, administrasi personal, sporting dan infrastruktur. Kriteria itu datang dari AFC dan disebutkan telah disampaikan AFC sejak tiga tahun lalu meski belum mendapat respon serius.

PSSI di bawah Djohar rupanya berniat mencamkan benar aturan tersebut. Setidaknya aturan tegas untuk aspek legal dan aspek keuangan sudah ditentukan tegas.

Untuk aspek legal, PSSI mewajibkan seluruh klub sepakbola profesional memiliki badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi atau Yayasan. Sedangkan untuk aspek keuangan, PSSI menerapkan sejumlah kebijakan ketat berupa deposito partisipasi senilai Rp 5 miliar untuk setiap klub profesional yang ingin berkompetisi di level satu. Selain itu, klub juga harus memiliki Budgeting Cap sebesar Rp 15 miliar.

Ditilik dari jumlah klub yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk disebut sebagai klub profesional, sebagaimana dijelaskan Djohar sebelumnya, jelas terindikasi kalau masih banyak klub yang belum atau sulit memenuhinya. Padahal jika tidak memenuhi syarat, klub tersebut harus rela berstatus klub amatir.

Pun begitu, Djohar telah memberikan alternatif. Menurutnya, klub-klub ISL yang belum siap memenuhi syarat AFC dapat bergabung dengan klub LPI yang sudah berkiprah tanpa dana APBD.

Perubahan lain yang akan diterapkan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar adalah mengenai komposisi saham PT Liga Indonesia (LI), dari sebelumnya 90 persen untuk PSSI dan 10 persen untuk klub, menjadi sebaliknya--90 persen untuk klub dan 10 persen untuk PSSI. Dijelaskan, semakin tingginya posisi sebuah klub dalam satu musim kompetisi juga akan membuat pendapatannya bisa semakin besar.

Peringkat klub di musim kompetisi itu juga dapat berpengaruh ke aspek sponsorship dalam rancangan PSSI saat ini. Klub peringkat teratas, hitung Djohar, bahkan bisa mendulang sampai lebih dari Rp 100 miliar per musimnya.

Sementara untuk format kompetisi sendiri akan diserahkan kepada klub. Diharapkan, kompetisi mendatang akan menganut sistem pembagian wilayah karena dapat memangkas pengeluaran anggaran klub mengingat jarak tempuh pertandingan yang bukan saja antarkota tetapi juga bisa antarpulau.

Setiap klub yang ingin berkecimpung dalam kompetisi 2011/2012 harus menyerahkan dokumen kesiapan ke PSSI selambat-lambatnya tanggal 22 Agustus. Setelah melalui proses verifikasi, PSSI akan mengumumkan siapa saja yang lolos pada tanggal 25 Agustus.

Berikutnya pada tanggal 3 September depan PSSI akan menyerahkan dokumen yang ada kepada AFC sehingga kompetisi pun diharapakan sudah bisa bergulir pada 8 Oktober mendatang.

Sementara kegagalan menyerahkan format kompetisi kepada AFC hingga 14 Oktober disebut berpotensi melahirkan sanksi untuk Indonesia.


sumber :
Bookmark and Share Selengkapnya...

 

bersatu

manahan

beraksi

demo PSSI

pasoepati

sepakbola indonesia

Demo PSSI

revolusi PSSI