Dari Persikad

Disini kita akan berbicara tentang sepakbola. kita akan banyak berbicara sisi positif sepakbola. Bila ada sisi negatifnya biarkan itu menjadi tugas bersama yang harus kita perbaiki.

Tentang SuperDepok

Walau berwarna biru SuperDepok sejatinya 'lintas warna' disini 'warna' tidak lagi menjadi ideologi yang harus dibela. semangat sportivitas dan perdamaian menjadi cita-cita bersama terbentuknya SuperDepok. Harapan tertinggi kami adalah sepakbola benar-benar menjadi hiburan dan tontonan bukan lagi ajang perpecahan.

PEMBAGIAN GRUP DI KOMPETISI DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA 2009/2010

GRUP 1

1. PERSIRAJA BANDA ACEH

2. PSDS DELI SERDANG

3. PSAP SIGLI

4. PSSB BIREUEN

5. PSMS MEDAN

6. SEMEN PADANG

7. PERSIRES RENGAT

8. PERSIH TEMBILAHAN

9. PERSITA TANGERANG

10. PERSIKABO KAB. BOGOR

11. PERSIPASI KOTA BEKASI


GROUP 2

1. PERSIKAD DEPOK

2. PERSIKOTA TANGERANG

3. PERSIKAB KAB. BANDUNG

4. PERSIS SOLO

5. GRESIK UNITED

6. PERSIDAFON DAFONSORO

7. PSIS SEMARANG

8. PPSM SAKTI MAGELANG

9. PS. DELTRAS SIDOARJO

10. PS. MITRA KUKAR

11. PS. PRODUTA (SLEMAN)

12. PERSIBA BANTUL


GROUP 3

1. PSIR REMBANG

2. PERSIKU KUDUS

3. PSIM YOGYAKARTA

4. PSS SLEMAN

5. PERSIGO GORONTALO

6. PS. MOJOKERTO PUTRA

7. PERSIBO BOJONEGORO

8. PERSIRAM RAJA AMPAT

9. PERSEMAN MANOKWARI

10. PSBI BLITAR

11. PERSIPRO PROBOLINGGO Bookmark and Share Selengkapnya...




Walaupun Persikad Depok yang menjadi tuan di stadion merpati depok jaya sedang merasakan yang namanya mati suri , stadion merpati depok jaya malah memberikan tujuan yang cerah yakni membangun tribun baru yang fungsinya menambah kapasitas jumlah penonton fanatik persikad yang datang untuk mendukung persikad dan menambah income dari hasil penjualan tiket yang selama ini sering bobol dari para penonton gelap yang tidak membeli tiket.

Pembangunan stadion ini juga menjadi pelipur lara para pemain persikad depok yang belum dibayarkan gajinya selama 10 bulan untuk pemain musim kompetisi yang kemarin sedangkan untuk pemain musim ini mereka belum dibayarkan uang kontraknya , untuk itu pembangunan stadion merpati depok jaya harus menjadi stadion yang representatif agar para pemain persikad yang berduka dapat sedikit tersenyum melihat perkembangan stadion merpati.

Memang selama ini stadion merpati depok jaya sangat tidak layak untuk digunakan menggelar pertandingan sekelas divisi utama yang persikad lakoni selama ini , buruknya fasilitas mushola tidak tersedianya tempat bilas pemain , tribun yang alakadarnya , dan yang paling parah adalah kontur tanah dan rumput stadion yang tidak rata selama ini cukup menghambat permain tim yang bertanding di stadion ini .

Mudah-mudahan dengan proyek bernilai miliaran rupiah ini dapat mengangkat citra persikad depok di dunia persepakbolaan nasional . Bookmark and Share Selengkapnya...

Molor, Pembagian Grup Divisi Utama

Klub-klub kontestan Divisi Utama tak bisa segera menyusun persiapan tim dan manajemen seefisien mungkin. Itu terkait molornya pembagian grup oleh PT Liga Indonesia (PT LI).

Rencananya, pembagian grup itu bakal dilakukan Senin lalu (26/10). Tak tanggung-tanggung regulator kompetisi sepak bola tanah air itu menjadwal ulang sampai pekan depan.

“Paling lambat kami akan merilis pembagian grup Divisi Utama pada Senin depan (2/11) nanti," kata Joko Driyono, CEO PT LI, di Jakarta kemarin.

Joko beralasan persoalan teknis yang menghambat pembagian grup kompetisi sepak bola kasta kedua tanah air itu. Pihaknya masih menantikan kepastian keikutsertaan Persis Solo dan Persigo Gorontalo. Begitu pula dengan persoalan dualisme Persikad Depok yang belum juga kelar.

Kuota ideal Divisi Utama sejumlah 36 klub. Sebelumnya PS Banyuasin yang secara geografis berada di wilayah barat dan Persibom Boloang Mongondow di wilayah timur mundur dengan alasan tak memiliki dana.

Nah, jika Persis yang secara geografis berada di tengah juga turut mundur, bisa saja grup wilayah tengah tinggal dihuni 11 klub. Jumlah peserta di grup timur bisa tinggal 10 klub jika persigi benar-benar mundur. Sistem promosi degradasi yang bakal terimbas nantinya.

“Tapi kami tidak memiliki hak untuk memutus Persis Solo hanya karena klub tidak mendaftarkan pemain," ujar Joko. Makanya PT LI memilih berkirim surat untuk menanyakan status Persis dan diberi tenggat selama satu minggu sejak Senin lalu untuk memberikan jawaban.

“Di grup barat sudah aman dengan 11 klub. Tapi di grup tengah dan timur yang belum juga bisa ditentukan sampai saat ini," terang pria asal Ngawi itu.

Sementara itu, Sihar Sitorus, manajer Pro Duta, menyesalkan belum adanya pembagian grup itu. Pihaknya mengaku kesulitan mengatur ritme pemain dan anggaran klub.

“Kami akan melakoni laga tandang dan kandang, seharusnya siapa lawan harus segera diketahui," tutur Sihar.

Meski pembagian grup mundur, Joko menjamin jadwal kompetisi tak mengalami perubahan. Divisi Utama bakal dimulai 25 November mendatang. Bookmark and Share Selengkapnya...

Pengelola Persikad Diputuskan Senin

Setelah berseteru cukup lama, konflik antar pengurus klub Persikad bakal segera diputus oleh PT Liga Indonesia. Liga akan menetapkan siapa pengurus sah yang bakal mengelola klub Divisi Utama itu pada Senin (2/11).

“Kami akan tentukan siapa yang berhak mengelola Persikad, kami sudah punya laporan dari bidang legal kami. Kami hanya memutus soal pengelola klub dan tidak akan mempermasalahkan status Persikad sebagai klub di Divisi Utama,” kata Chief Executive Officer Liga Joko Driyono, Jumat (30/10).

Keputusan Liga ini sangat diperlukan oleh para pemain Persikad sendiri mengingat kompetisi Divisi Utama bakal bergulir pada 25 November. Ada pun sebelum pelaksanaan kick off kompetisi, Liga akan mengadakan manager meeting pada 11 November yang akan dihadiri oleh para pengelola klub.

Konflik yang memecah Persikad ini juga seperti memberi peluang bagi klub lain untuk menggaet para pemain Persikad. Joko mengatakan ada beberapa klub yang menawarkan diri untuk mengambil para pemain Persikad. “Mereka menghubungi saya menanyakan soal masalah itu, tapi kita tunggulah sampai ada keputusan resmi soal siapa pengelola Persikad itu,” kata Joko.

Sebelumnya Liga berencana akan menyelesaikan masalah ini dan memutus siapa pengelola resmi Persikad pada Senin (26/10) lalu. Namun akhirnya Liga menunda pengambilan keputusan tersebut untuk pemeriksaan dokumen lebih lanjut.

Konflik yang mendera Persikad adalah adanya dua kepengurusan yang saling mengklaim pengelolaan klub Persikad. Pengurus lama berada di bawah pimpinan Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra. Ada pun kepengurusan baru berada di bawah komando Edy Joenardi, pengusaha yang menjadi investor baru Persikad.

Liga sudah memanggil kepengurusan versi Edy Joenardi untuk memberikan keterangan. Direktur Umum PT Persikad Darussalam Kadir yang mewakili pengurus baru mengatakan pihaknya sudah resmi memiliki dan mengelola Persikad. “Secara legal, pihak kami sudah sah. Kami sudah bentuk perusahaan terbatas untuk mengelola klub dan ada dokumen resminya,” kata Darusallam usai melakukan pertemuan dengan Liga.

Ada pun pengurus lama Persikad juga telah mendatangi Liga untuk menyerahkan daftar 25 pemain yang bakal ikut kompetisi. Meski memiliki kendala dana, pengurus lama menyatakan tim mereka siap mengikuti kompetisi. Bookmark and Share Selengkapnya...

Otokritik Bagi Suporter (Renungan Sumpah Pemuda)

Saya pernah merenung bahwa hadirnya kelompok suporter sepakbola di Indonesia terkadang malah meruntuhkan ikatan yang telah di ikrarakan oleh para pemuda dalam tahun 1928 yang lebih kita kenal dengan nama Sumpah Pemuda.

Kita semua tahu, latar belakang timbulnya sumpah pemuda adalah semangat perjuangan yang dirasakan tidak berjalan seiringan. Atau dalam bahasa lainnya saat itu lebih berasa nuansa kedaerahan daripada nuansa persatuan. Saat itu kita kenal banyak kelompok pemuda yang menamakan denga nama-nama daerahnya sendiri. Seperti Jong Ambon, Jong Java, dan lain-lain.

Para pemuda saat itu merasakan kalo begini terus akan bahaya perjauangan ini, karena kita akan lebih mudah dipecah belah juga tanpa adanya satu komando. Mereka akan bergerak sendiri-sendiri. Maka itulah mereka bersepakat untuk menyatukan langkah dan gerak. Sepakat berkumpul lalu berikrar bersama, yang kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda.

Seharusnya semangat sumpah pemuda itu yang dibawa oleh para kelompok suporter yang telah terbentuk dan ada saat ini. Bukan malahana sebaliknya. Kita boleh mendukung klub dari daerah kita sendiri, tetapi bukan berarti kita juga melegalkan berbuat anarkis dan kerusakan atas nama daerah pula. Ini bahaya.

Perkembangan yang ada saat ini memang demikian. Banyak kelompk suporter yang lebih mengedapankan sikap kedaerahan. Kita mengenal Bonek, Viking, The Jak, dan lain lain. Slogan-slogan yang mereka pakai sangat kental dengan kedaerahan mereka. Bahkan tak jarang spanduk-spanduk yang mereka bikin sudah mulai ada nada pelecehan terhadap daerah lain.

Dan ini ternyata tidak hanya berlaku saat pertandingan berlangsung. Diluar pertandinganpun ini berlaku. Banyak anggota The Jak yang sangat anti dengan apapun yang berbau Persib Bandung. Ada seorang kawan yang terpaksa untuk melepaskan kaos Viking dibawah ancaman anak-anak The Jak. Begitu juga sebaliknya, anak-anak Viking akan sangat tidak rela dengan atribut Persija di wilayahnya.
Asli, sikap ini kalo tetap dibirakan akan berbahaya dan terus liar saja, Memang dipermukaan ini tidak tampak dengan nyata Ibarat bola salju yang menggelinding dari atas kebawah, maka semakin lama gumpalannya akan semakin besar dan memiliki kekuatan yang besar dalam menghantam apa saja yang dilaluinya. Tetapi dibawah sikap-sikap seperti ini sudah banyak muncul dan kelihatan. Satu contoh saja ketika penulis hadir dalam satu acara ulang tahun kelompok suporter, disitu sangat kental sekali nuansa kebencian terhadap satu kelompok suporter. Bahkan, salam salah satu liputan dan wawancara yang dilakukan oleh salah satu stasiun televise swasta, seoarng yang dianggapsebagai panglima salah satu kelompok suporter dengan tegas mengatakan tidak ingin berdamai dengan kelompk suporter yang dianggapnya sebagai musuh. Bahkan, dengan tegas ia menganggap ini sebagai perang abadi. Begitu juga dalam salah satu kaos kelompok suporter lainnya. Jelas-jelas terbaca ajakan atau undangan perkelahian kepada rivalnya yang lebih parah ini kedua kelompok suporter ini berada dalam wilayah yang sama. Hanya mendukung dua tim yang berbeda.

Jelas sekali jika sikap-sikap ini terus dipupuk dan dipelihara merupakan pengkhianatan terhadap apa yang diikrarkan dalam peristiwa Sumpah Pemuda. ini juga sikap antiklimaks terhadap slogan negara kita yang Bhineka Tunggal Ika. Inilah yang harus kita sadari. Sejujurnya dukung-mendukung itu adalah suatau kewajaran. Yang tidak wajar adalah ketika dukungan itu ditunjukkan dengan sikap-sikap anarkis dan destruktif. Ini jelas tidak bisa dibenarkan dan dibiarkan begitu saja. Saatnya kita yang mengkau Suporter sepakbola berbenah diri. Mari jadikan ini sebagai ajang adu kreativitas. Sesungguhnya suporter yang baik, bukanlah suporter yang ngamuk ketika klub kesayangannya kalah.

Dalam pertandingan olahraga menang-kalah itu biasa, dan yang terpenting adaqlah bagaimana sikap kita ketika menghadapi situasi tersebut. Kita memang suka dengan kemenangan. Tetapi ketika kekalahan tidak bisa dihindarakan mari kita terima itu sebagai bahan buat introspeksi dan pembenahan lagi. Jadilah suporter yang santun, sebagaimana apa yang dituangkan sewaktu kita ikut Jambore Suporter. Lagi-lagi ikrar ini kita yang mengucapkan maka akan sangat naïf ketika cita-cita yang sudah kita ikrarkan bersama, kita hancurkan dengan tangan sendiri. Jadi jangan seperti lagu dangdut tempo dulu yang bersyair.

Kau yang mulai, kau yang mengakhiri,
kau yang berjanji kau yang khianati… Bookmark and Share Selengkapnya...

Edy Joenardy Tak Mundur Dari Persikad Depok

Investor Pesikad Depok, Edy Joenardi menegaskan, tak akan mundur dari manajemen Persikad karena memang tidak ada yang harus dipersoalkan. Kalau ada pihak yang mengatakan bos PT Ejra mundur, itu suatu pernyataan yang mengagetkan.

“Saya tegaskan, saya sudah mengeluarkan lebih kurang Rp800 juta sejak Persikad Depok diambilalih pada 1 Agustus lalu. Seiring dengan persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia medio November , manajemen baru Persikad sudah membentuk tim bermaterikan 25 pemain plus ofisial,” kata Edy Joenardi, kemarin.

Kalau ada persoalan keuangan, yakni keterlambatan gaji pemain, hal itu memang disegaja. Persoalannya, adanya pernyataan-pernyataan yang tak mengenakkan dari manajemen lama terhadap manajemen baru yang dimuat di koran-koran. Gaji pemain yang terlambat, seperti diungkapkan salah seorang pemain Persikad yang tak mau disebut namanya, sudah dua bulan ini.

“Tapi percayalah, kami akan membayar kewajiban terhadap pemain, termasuk pembayaran katering dan mes pemain. Selain itu, kami juga telah menyewa kantor untuk mengurus Persikad Depok,” kata Edy. ” Itu artinya kami serius. Jadi, saya tegaskan kalau saya tetap komit membangun Persikad.”

Seperti diberitakan, kandidat manajer tim Persikad Adi Gunaya mengatakan, Edy sejak Selasa (21/10), sudah menyatakan keluar dan tidak ada lagi tanggung jawab di klub Persikad. Menanggapi hal itu, Edy mengatakan kalau dirinya tidak pernah membuat pernyataan akan mundur dari Persikad.

Bahkan, 16 Oktober lalu Edy mengaku kaget tidak dipanggil dalam rapat dengan PT Liga Indonesia. Staf PT Liga mengatakan, kalau PT Persikad selalu pengelola Persikad Depok sudah mundur. Karena itu, Edy dalam waktu dekat akan mengutus orangnya untuk mencairkan masalah tersebut dengan PT Liga.

Kalaupun seandainya nanti PT Liga hanya mengakui manajemen lama Persikad Depok, Edy mengaku akan legowo. Walau demikian, dia tak akan berhenti sampai di situ. “Kami akan melakukan perlawanan hukum,” katanya.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/22/edy-joenardy-tak-mundur-dari-persikad-depok Bookmark and Share Selengkapnya...

Bookmark and Share Selengkapnya...

 

bersatu

manahan

beraksi

demo PSSI

pasoepati

sepakbola indonesia

Demo PSSI

revolusi PSSI