Dari Persikad

Disini kita akan berbicara tentang sepakbola. kita akan banyak berbicara sisi positif sepakbola. Bila ada sisi negatifnya biarkan itu menjadi tugas bersama yang harus kita perbaiki.

Tentang SuperDepok

Walau berwarna biru SuperDepok sejatinya 'lintas warna' disini 'warna' tidak lagi menjadi ideologi yang harus dibela. semangat sportivitas dan perdamaian menjadi cita-cita bersama terbentuknya SuperDepok. Harapan tertinggi kami adalah sepakbola benar-benar menjadi hiburan dan tontonan bukan lagi ajang perpecahan.

Denyut Sepakbola Kota Depok

Sabtu (11/2/2012) lalu adalah partai kandang terakhir Persikad Depok di kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia. Persikad memiliki 4 partai sisa yang kesemuanya tandang. Partai kemarin mempertemukan mereka dengan Persikasi Bekasi, dimana pada pertemuan pertama di kandang lawan, Persikad menyerah 1-2.

Hanya 5 menit menggunakan sepeda motor waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari rumah ke Stadion Merpati, stadion yang buat saya juga menyimpan kenangan sebagai tempat bermain di pertandingan antar kelas pada waktu SMP, 15 tahun lalu. Stadion ini sangat sederhana fasilitasnya. Ruang parkir sempit, tribun yang hanya berkapasitas kurang lebih 1000 orang, dan kondisi rumput lapangan yang tidak rata.

Saya menyaksikan pertandingan di Tribun kelas satu, yang hanya seharga 15 ribu saja. Lagu dangdut dan Ebiet G. Ade membahana menjelang pertandingan, lagu Honky Tonk Woman-nya Rolling Stones mengalun di jeda pertandingan dan panduan dari announcer kocak berlogat Betawi-Depok yang kental adalah a simple happiness. Kalau untuk jalan-jalan ke mal-mal besar di Jakarta, mungkin uang segitu gak ada artinya. Tapi, membelanjakan 15 ribu rupiah untuk menyaksikan sebuah pertandingan grass roots level sepakbola Indonesia ternyata memiliki cerita tersendiri yang cukup menginspirasi dan menyentuh.

Pertandingan sendiri berlangsung menarik. Persikad yang ingin menang mengusung formasi ofensif 4-3-3. Dipimpin kapten Ahmad Sobari yang berpartner dengan Razi dan Imran di lini tengah, Persikad tampil mendominasi permainan. Sementara tim tamu bermain defensif dengan memasang hingga 5 pemain belakang dan 2 gelandang bertahan dalam skema 5-4-1. Persikad akhirnya menang tipis 1-0 melalui strikernya yang bernama Aidil setelah sundulannya hasil umpan lambung Sobari tidak mampu dibendung kiper lawan. Aidil adalah salah satu peserta seleksi Timnas U-21.

Dua minggu lalu saat melawan Perserang Kab. Serang, saya sama sekali tidak mengenal p
Pemain-pemain Persikad. Tapi kini dengan modal sebuah koran lokal dan mem-follow akun twitter @superdepokcyber yang dibuat oleh salah seorang suporter loyalnya, saya mulai akrab dengan klub berjuluk Pendekar Ciliwung ini.

Pengetahuan saya makin bertambah setelah secara kebetulan saya duduk menonton disebelah seorang Ibu yang ternyata adalah istri dari seorang staf pelatih dari Persikad. Dari beliau, saya mendapat cukup banyak cerita mengenai pasang surut klub ini.

Saya tahu kalau tim ini benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. 2008 adalah tahun awal kehancuran tim saat Pemerintah setempat memutuskan untuk menyetop anggaran dana untuk operasional klub. Imbasnya, gaji pemain tidak dibayar hingga 10 bulan. Seperti posting di blog saya http://footballerwannabe.blogspot.com/2012/01/pleasure-of-watching-grassroots-level.html beberapa waktu lalu, saat itu padahal Persikad sedang meniti jalan menuju Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (kala itu belum ada ISL, jadi Divisi Utama adalah kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia).

Persikad sempat diperkuat pemain-pemain asing yang cukup bagus seperti J.P. Boumsong (sekarang Persiram), Yusuke Sasa (sekarang Persikabo) dan Nana Onana (sempat di Persija) dan beberapa pemain Indonesia berkelas menengah seperti Nana Priatna, Guntur Gunawan, Syahroni, Irfan Sapari dan Nehemia Solossa. Di klub Persikad juga Muhammad Roby mengawali karir sepakbolanya, bahkan Syamsir Alam dan Irfan Bachdim juga dikabarkan pernah berlatih disini.

Krisis keuangan yang parah membuat tim tidak mampu menggelar dua pertandingan kandang, yang berakibat hukuman degradasi dari Divisi Utama ke Divisi Satu serta larangan berkompetisi di Divisi Satu selama setahun. Sepakbola kota Depok lalu mati suri. Seorang pemain yang mengalami cedera patah tangan bahkan harus merogoh kocek pribadi untuk biaya operasi.

Dari Ibu tadi saya mendapat informasi terkini tim ini. Kini dengan bantuan dari seorang tokoh lokal perorangan yang tidak dia ungkapkan identitasnya, Persikad mencoba bangkit. Dengan regulasi yang membatasi usia pemain hingga 23 tahun saja, Persikad diperkuat pemain-pemain muda. Pemain seperti Razi, Ahmad Sobari, Syukron, Tri Sumantri, Agung dan Aidil kini menjadi tulang punggung tim guna perjuangan mereka meloloskan diri ke Kompetisi Divisi Utama. Jika lolos ke Divisi Utama, Persikad diperbolehkan kembali untuk diperkuat pemain-pemain senior.

Persikad sekarang berbeda dengan Persikad yang kala itu diperkuat beberapa pemain asing dan bersaing di papan atas Divisi Utama. Sekarang, tim Persikad tidak memiliki Training Camp, mess atau sejenisnya. Tidak adanya fasilitas standar klub sepakbola tersebut membuat para pemain harus berada dalam kondisi prihatin. Mereka bahkan harus pergi ke stadion secara sendiri-sendiri tanpa menggunakan bus tim saat pertandingan. Begitu pula persoalan gizi pemain yang biasanya diatur oleh seorang ahli nutrisi, kini hanya diserahkan kepada masing-masing pemain, yang tentu berakibat buruk bagi pemain. "Banyak yang sakit mas, ada beberapa yang kena thypus segala, gara-gara pola makan gak diatur akibat ketiadaan mess." Kata Ibu tadi.

Ya begitulah Persikad sekarang. Jauh dari kemewahan yang umumnya didapat oleh tim sepakbola. Jersey original pun belum diproduksi, jadi gak ada tuh kita melihat seragam biru khas tim ini dipakai oleh penonton yang hadir di Stadion Merpati.

Sisa 4 pertandingan tandang akan menentukan nasib tim ini. Jika setidaknya mampu menduduki posisi runner-up, mereka akan lolos ke babak selanjutnya yang akan dibagi kembali menjadi grup baru. Mirip model kualifikasi Piala Dunia zona Asia-Oseania.

Walaupun bukan asli Depok, saya tetap memiliki ikatan emosional dengan kota ini. Saya sudah tinggal 20 tahun disini dan tentu saja berharap olahraga sepakbola menjadi bagian dari kota ini, menjadi khas kota ini. Denyut sepakbola kota ini masih ada, semoga ada pihak-pihak yang peduli untuk memberikan bantuan bagi klub ini. Menyalurkan talenta-talenta emas sepakbola Indonesia dari kota ini.

by Aditya Nugroho Bookmark and Share Selengkapnya...

Kiper Persikad Depok Masuk Timnas U-21




Penjaga gawang Persikad Depok, Hidayat Berutu, dipastikan lolos seleksi Timnas PSSI U-21, yang akan bertarung di turnamen Sultan Hasanah Bolqiah di Brunei Darussalam, 27 Februari mendatang.

Pria kelahiran Medan, 22 Juni 1991 setinggi 190 cm ini menyisihkan 6 kiper lainnya yang ikut seleksi timnas U-21. “Saya ingin memberikan yang terbaik, dan siap bersaing menjadi kipper inti di timnas,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (11/1).

Berutu menjadi satu-satunya pemain klub Depok yang diasuh Wahyu Ramadani yang lolos seleksi akhir. Tiga rekannya di Persikad, yakni Marta Dinata (gelandang), Imran Idris (gelandang), dan M. Aidil (striker) belum dapat menembus seleksi ini.

Seperti dilansir harian lokal Monitor Depok, setelah ini Berutu dan 24 pemain lainnya yang lolos seleksi timnas U-21 akan dikerucutkan lagi menjadi 18 pemain untuk diberangkatkan ke Brunei. Seleksi timnas U-21 sendiri akan dilanjutkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

sumber : www.http://depoklik.com/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad Depok Targetkan ke Papan Divisi I






Depok . - Tim kebanggaan warga Depok, Persatuan Sepak Bola Kota Depok (Persikad) akhirnya memastikan diri masuk kompetisi Divisi I PSSI musim kompetisi 2011-2012, dengan target masuk papan atas dalam grup 4 bersama dengan delapan tim lainnya di Jawa Barat.

“Kami sekarang lagi menyeleksi sekitar 80 pemain umur 23 untuk menjadi pemain yang tergabung di Persikad Depok. Mereka umumnya memiliki kemampuan yang merata dan cukup bagus, hanya yang kami butuhkan tidak mungkin seluruhnya,” tutur pelatih kepala Persikad Depok, Meiyadi Rakasiwi, seusai mengikuti latihan di Stadion Merpari Depok Jaya. Senin (12/12).

Masuknya Persikad Depok ke Divisi I, menurut Meiyadi Rakasiwi yang didampingi manajer tim, serta sejumlah ofisial, merupakan keputusan PSSI Pusat bidang kompetisi yang menggelar workshop PSSI di Jakarta, pekan lalu. Agenda utama pertemuan tersebut membahas kompetisi Divisi I dan Divisi Utama PSSI yang dihadiri sejumlah klub yang akan ikut dalam kompetisi.

Sedangkan delapan tim yang masuk dalam grup 4 adalah enam di Jawa Barat yakni PSGC Ciamis, Persik Kuningan, Persikasi Bekasi, Persika Karawang, Persikad Depok dan PSB Bogor. Selain itu, ditambah Persibangga Purbalingga dan Persibas Banyumas Jawa Tengah.

“Kami sangat bersyukur karena setelah melalui perjuangan berat, kami masih bisa bertahan di Divisi I nasional. Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yang rencananya bakal mulai digelar pada 16 Desember mendatang,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Manajer Tim, Persikad Depok melakukan seleksi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi calon pemain yang nantinya bakal bergabung dalam Pesik. Tidak hanya administratif, tetapi juga fisik, mental, skill dan berbagai elemen penting lainnya, sehingga nantinya terbentuk tim yang benar-benar solid.

Pelatih Kepala dan Manager mengakui, berada pada grup 4 kompetisi Divisi I cukup berat. “Tim yang tergabung dalam grup 4 terbilang tim yang tangguh di tatar Jabar maupun Jateng. Tetapi kami Persikad Depok akan berusaha semaksimal mungkin dengan target masuk dalam papan atas lah,” kata Meiyadi Rakasiwi Bookmark and Share Selengkapnya...

PSSI Akan Gulirkan Liga Amatir 2011-2012


PSSI siap menggulirkan Liga Amatir untuk musim kompetisi 2011-2012, hal itu seperti yang diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Liga Amatir Jerry Waleleng.

PSSI telah menggelar workshop dan sosialisasi peraturan yang diikuti sejumlah tim kontestan dari Divisi I, Divisi II, dan Divisi III Liga Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Untuk jadwal pembukaan pun sudah ditetapkan pada pertengahan Desember 2011.

"Memang jadwal kick-off yang kami berikan masih bersifat tentatif. Tapi setidaknya, semua tim bisa ada patokan untuk segera melakukan persiapan," kata Jerry.

Menurut dia, dalam acara workshop, klub peserta diberikan pemahaman mengenai aturan main serta tata cara pelaksanaan pertandingan serta format kompetisi.

"Ada perubahan yang cukup mendasar dari pelaksanaan sebelumnya. Terutama menyangkut pembatasan usia dan tempat pelaksanaan. Kita rencanakan untuk menggulirkan kompetisi dengan sistem home and away," tegas Jerry.

PSSI juga memutuskan untuk konsentrasi kepada pembinaan di level amatir. Karena itu, untuk Divisi I akan diikuti pemain U-23, sedangkan Divisi II adalah U-21 dan Divisi III adalah mereka yang berusia di bawah 19 tahun (U-19).

"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk pembinaan demi mendapatkan pemain untuk mengisi skuad timnas di semua jenjang usia. Sesuai regulasi, klub amatir masih boleh menggunakan APBD (Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah), yang selama ini mayoritas digunakan klub di tanah air," kata Jerry.

sumber : www.bola.net Bookmark and Share Selengkapnya...

PROFIL PERSIKAD DEPOK Divisi I Liga Indonesia 2011/12

Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok atau lebih populer dengan sebutan Persikad Depok adalah sebuah klub sepakbola profesional di bawah naungan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yang berasal dari kota Depok, Jawa Barat.

Prestasi tim berjuluk "Pendekar Ciliwung" yang saat ini terdaftar sebagai kontestan divisi I (satu) Liga Amatir Indonesia 2011/12 di pentas sepakbola nasional, tidak begitu menggembirakan. Hal itu menyusul krisis finansial yang terus melanda perjalanan tim ini.

Skuad

Kiper: Reza, Agung, Brutus.

Belakang: Willy, Deny, Imtiar, Lesta, Lucky, Mikdad, Syam, Sate, Mulyadi

Gelandang : Sukron, Razi A, Adnan, Sobary, Fauzan, Arifin, Maivan, Imran


Depan: Sahal, Rio A, Aidil, Irfan Bookmark and Share Selengkapnya...

Menuju Divisi I Liga Indonesia , Persikad Berbenah


Selasa (6/12) sore tadi, Persatuan Sepak Bola Depok (Persikad) menggelar seleksi pemain di Stadion Merpati, Depok, Jawa Barat.

Selama lima hari, 140 pemain sepakbola dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Depok dan sekitarnya di seleksi. Para pemain diseleksi langsung oleh manajer dan pelatih Persikad.

Tak hanya pengurus, warga pun ikut menyaksikan seleksi ini. Warga berharap, para pemain seleksi yang lolos untuk memperkuat tim kebanggan kota Depok nanti bisa menggaungkan Persikad dikancah persepakbolaan tanah air.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari warga Depok khususnya,” harap Misdi (51), Warga Margonda, Depok.

Senada dengan Misdi, Haryadi Kubil Mulyanam (30), Ketua Superdepok (Suporter Persikad) juga berharap persepakbolaan Kota Depok bisa ramai kembali seperti saat di Divisi Utama.

Sebelumnya, pada tahun 2010 Persikad pernah berada di kasta tertinggi sepak bola nasional yaitu di divisi utama. Namun karena melanggar Pasal 57 Kode Disiplin PSSI, yakni gagal menggelar pertandingan, akhirnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mendiskualifikasi Persikad ke Divisi Satu dan dilarang tampil selama satu musim kompetisi.

Baiklah, semoga dengan diadakan seleksi pemain ini, Persikad Depok bisa berjaya di liga-liga besar nasional.

sumber : http://depoklik.com/ Bookmark and Share Selengkapnya...

Ujicoba serta ajang amal untuk Persikad








Setelah hilang tanpa kabar ketidak pastian, Persikad berencana mengadakan pertandingan uji coba. Namun ada yang lain dalam pertandingan uji coba mendatang. Menurut Meiyadi Rakasiwi eks pelatih tim Persikad Depok, ”laga nanti bisa diibaratkan Charity Shield, atau laga amal,” ungkapnya.
Pertandingan ujicoba ini tujuannya untuk membangkitkan gairah persepakbolaan di Kota Depok yang sudah mati suri, maka pertandingan ujicoba nanti akan digelar di Stadion Merpati Depok Jaya, Minggu (23/10) sore, mulai jam 15.30 WIB, melawan tim Pra PON Bengkulu. Kepada Superdepok (Suporter Persikad Depok) maupun masyarakat yang menyaksikan laga Minggu nanti, diharapkan menyisihkan sedikit uangnya pada panitia pertandingan.

Meiyadi Rakasiwi sendiri mengatakan rencana partai amal sekaligus ujicoba ini. ”Akan menambah kepedulian Masyrakat Depok dengan Persikad,” beber Bang Mei (sapaan Meiyadi Rakasiwi). ”dan tentunya membangun kembali gairah persepakbolaan di Kota Depok yang hampir hilang,” imbuhnya.
Walaupun kabar Persikad masih dalam ketidak jelasan tapi anak-anak asuhan Bang Mei ini masih aktif dalam latihan yang diselenggarakan setiap Selasa & Kamis di Stadion Merpati Depok.
Diharapkan dengan adanya Ujicoba ini Masyarakat yang merasa rindu akan tim kebanggan Kota Depok ini bisa merasa terobati, semoga Persikad dapat kembali berlaga di dalam Liga Indonesia *Save Of Persikad!! Bookmark and Share Selengkapnya...

 

bersatu

manahan

beraksi

demo PSSI

pasoepati

sepakbola indonesia

Demo PSSI

revolusi PSSI