Dari Persikad

Disini kita akan berbicara tentang sepakbola. kita akan banyak berbicara sisi positif sepakbola. Bila ada sisi negatifnya biarkan itu menjadi tugas bersama yang harus kita perbaiki.

Tentang SuperDepok

Walau berwarna biru SuperDepok sejatinya 'lintas warna' disini 'warna' tidak lagi menjadi ideologi yang harus dibela. semangat sportivitas dan perdamaian menjadi cita-cita bersama terbentuknya SuperDepok. Harapan tertinggi kami adalah sepakbola benar-benar menjadi hiburan dan tontonan bukan lagi ajang perpecahan.

Gresik United Kehilangan Peluang Poin

Gresik United kehilangan peluang menambah poin pascapembatalan pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama melawan Persikad Depok di Gresik, Jawa Timur. Persikad dikenai sanksi dilarang mengikuti kompetisi Divisi Utama dari PT Liga Indonesia. Sampai saat ini belum jelas apakah Gresik United dinyatakan menang walk out atau tidak.

Menurut pelatih Gresik United (GU) Sasi Kirono, pembatalan itu berdampak hilangnya peluang timnya menambah poin di kandang. Sedianya, GU akan menjamu Persikad pada Minggu (27/12/2009) di Stadion Petrokimia, Gresik. Saat ini, GU tengah berjuang keras keluar dari papan bawah menyusul rangkaian hasil buruk mereka yang baru meraih enam poin dari tujuh laga.

"Seandainya pertandingan itu tidak dibatalkan, tentu kami berpeluang besar menang karena pertandingan itu terjadi di kandang GU. Namun, karena dibatalkan, ya, kami ikut saja keputusan tersebut," ujar Sasi, Jumat (25/12/2009) di Gresik.

Sasi menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu keputusan PT Liga Indonesia apakah GU dinyatakan menang walk out atau tidak. Jika GU menang walk out, tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut berhak memperoleh tiga poin tanpa bertanding. Dari enam laga yang dijalani GU, empat diantaranya kalah saat di kandang lawan.

Sementara itu, pelatih Persikad Meiyadi Rakasiwi yang dihubungi terpisah, membenarkan pembatalan laga kesembilan mereka melawan GU. Menurut dia, timnya tidak mungkin lagi melanjutkan kompetisi Divisi Utama musim ini. Banyak persoalan di tubuh Persikad yang menyebabkan keluarnya sanksi dari PT Liga Indonesia.

"Kami belum pernah menyelenggarakan laga di kandang pada musim ini. Selain itu, ada dua laga yang tidak dijalani atau batal. Kami tengah menunggu keputusan dari Badan Liga Indonesia dan Komisi Disiplin," ucap Meiyadi.

Meiyadi menambahkan jika ia beserta seluruh pemain dan ofisial tim tidak bisa disalahkan atas kasus yang menimpa Persikad ini. Pasalnya, gaji pemain dan pelatih pada tiga bulan terakhir ini belum dibayarkan pengurus. Padahal, kata dia, tim sudah menjalankan kewajiban mereka. Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad Depok Terancam Dikeluarkan dari Kompetisi Divisi Utama

Kiprah Persikad Depok di ajang Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia hampir dipastikan berakhir tragis. PT Liga Indonesia akan merekomendasikan klub kebanggaan warga Depok itu ke Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk dicoret keanggotaannya dari peserta Divisi Utama.

Ini akan terjadi jika Persikad gagal menggelar pertandingan kandang melawan Persiba Bantul di Stadion Bima, Cirebon, hari ini (22/12). Sebelumnya Persikad juga tak mampu menggelar pertandingan melawan Pro Duta Sleman pada Jumat (18/12) pekan lalu.

“Kalau Persikad gagal lagi menggelar petandingan melawan Persiba (Selasa, 22/12), kami akan rekomendasikan klub itu ke Komisi Disiplin PSSI untuk diberhentikan dari kompetisi,” kata Direktur Eksekutif PT Liga, Joko Driyono.

Persikad sendiri dipastikan tak akan mampu menjamu Persiba di Cirebon sebab para pemain Persikad tak satu pun yang berada di Cirebon hingga Senin (21/12) malam. “Para pemain kami sudah pada bubar, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Beberapa pemain yang dari luar kota masih ada yang tinggal di kontrakan. Kami betul-betul menderita saat ini,” kata pelatih Persikad, Meiyadi Rakasiwi.

Sejak diambil alih oleh Edy Joenardi Group beberapa bulan lalu, nasib tim Persikad memang terombang-ambing. Hutang pembayaran gaji selama 10 bulan kepada pemain yang memperkuat Persikad musim lalu juga kontrak para pemain musim ini, sebagian besar belum terselesaikan. Akhir-akhir ini, Meiyadi bahkan mengaku sudah tidak ada komunikasi lagi dengan manajemen. “Kami sudah tidak diurus lagi oleh manajemen, jadi saya tidak tahu harus bagaimana,” ungkapnya.

Tim Persikad sebenarnya ingin PT Liga memfasilitasi pertandingan-pertandingan kandang Persikad setelah diabaikan pihak manajemen mereka. Namun mengingat masalah di tubuh Persikad sangat komplek, terutama yang menyangkut hutang pada pihak ketiga, ditambah kenyataan Persikad belum mempunyai lisensi sebagai klub professional, maka PT Liga tidak akan mengambil alih Persikad maupun memfasilitasi pertandingan kandangnya.

“Ini kasus yang buruk dan menyedihkan. Tapi jika kasus ini terjadi pada tim Liga Super yang sudah mempunyai lisensi sebagai klub profesional, kami akan mengambil alih klub itu. Jadi kami tidak bisa mengambil alih Persikad. Seluruh kewajiban Persikad juga harus diselesaikan oleh pihak Edy Joenardi Group,” kata Joko. Bookmark and Share Selengkapnya...

PERSIKAD HILANG DARI HINGAR BINGAR DIVISI UTAMA

AHKIR YANG MENYEDIHKAN DAN TRAGIS
SALAH SATU ALAT PROMOSI DAERAH, ALAT UNTUK MENGURANGI KENAKALAN REMAJA DARI HAL-HAL NEGATIF SERTA TEMPAT UNTUK MENGEMBANGKAN BAKAT DAN POTENSI PESEPAKBOLA PUTRA-PUTRA DEPOK.
PERSATUAN SEPAKBOLA KOTA DEPOK (PERSIKAD)
HILANG DARI HINGAR BINGAR DIVISI UTAMA.
10 BULAN + 3 BULAN JASA DAN TENAGA TIDAK DIHARGAI SAMA SEKALI. Bookmark and Share Selengkapnya...

PEMAIN PERSIKAD KEMBALI KE DEPOK

Pemain dan ofisial kesebelasan Persikad Depok kembali ke markas asalnya di Beji, Depok, Jawa Barat, setelah sempat bermarkas di Cirebon untuk menjalani Liga Divisi Utama 2009/2010.

Seluruh pemain dan ofisial Persikad kembali setelah pihak manajemen tidak menepati janjinya untuk membayarkan gaji selama tiga bulan yang tertunda pembayarannya.

"Keputusan ini sudah final. Kesabaran pemain sudah habis," kata Mayadi Rakasiwi, pelatih Persikad Depok, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.

Pulangnya pemain dan ofisial ke Depok dari kandang barunya Cirebon merupakan kejadian yang kedua kali selama kompetisi Divisi Utama 2009/2010.

Kejadian pertama saat tim ini bertanding melawan PSIS Semarang. Setelah itu pemain dan ofisial mengadu pada PT Liga Indonesia terkait kejadian tersebut.

Selanjutnya Liga Indonesia memfasilitasi dua pertandingan tandang Persikad yaitu saat melawan PSIS Semarang dan PPSM Magelang. Setelah pertandingan itu liga menyerahkan kembali pada manajemen Persikad.

"Saya telah menghubungi Liga. Mereka juga akan memanggil secepatnya manajemen Persikad," katanya menambahkan.

Persikad Depok pada tanggal 22 Desember 2009 akan berhadapan dengan Persiba Bantul. Sebelumnya tanggal 18 Desember 2009 lalu Persikad harus berhadapan dengan Pro Duta Sleman. Namun demikian pertandingan itu batal digelar. (Pangeran Blank) Bookmark and Share Selengkapnya...

Beberapa Kejanggalan Dalam Konferensi Pers Manajemen Persikad

Buntut dari permasalahan belum digajinya para Pemain dan Official tim Persikad Depok Cirebon hingga 3 bulan lamanya yang tengah mencuat akhir – akhir ini menyebabkan Mengemen Persikad mengambil sikap tegas untuk tidak melanjutkan sisa pertandingan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Putaran Pertama yang baru berjalan beberapa pekan. Hal tersebut juga membuat Jajaran Menejemen Persikad Depok Cirebon mengambil keputusan terpahit yakni dengan dikeluarkanya 60 persen komposisi pemain dan official dalam rangka perombakan total.

Hal itu Ditegaskan Oleh Pemilik Persikad Depok Cirebon Edy Joenardi melalui Direktur Operasional Ichsan Sahabudin dalam konferensi Pers yang berlangsung kemarin di Sekertariat Persikad Jalan Pembangunan Kota Cirebon. Menurutnya, Permasalahan Gaji yang menjadi acuan Utama Para Pemain untuk hengkang dari Persikad tidak relevan, karena, dari kemarin pihak menejemen sudah ada niatan baik untuk melunasi gaji para pemain, akan tetapi niatan tersebut malah ditanggapi dingin oleh sebagian pemain dan official yang langung melapor ke pihak Badan Liga Indonesia BLI di Jakarta.

Dengan permasalahan tersebut, Menejemen Persikad dalam rapat tertutupnya menghasilkan keputusan untuk merombak 60 persen pemain dan mundur dari Divisi Utama Liga Indonesia Wilayah 2. Dalam kesempatan tersebut Ichsan mewakili seluruh menejemen Persikad Depok Cirebon, meminta maaf kepada masyarakat Wilayah Cirebon termasuk jajaran muspida yang telah mendukung keberadaan Persikad Depok Cirebon selama berada dan hoom base di Kota Cirebon.

Lebih Lanjut Ichsan mengatakan Untuk proses perombakan Pemain dan pelunasan Gaji yang belum terbayar akan dilakukan secepatnya dengan diketahui oleh pihak BLI, dan Untuk Launchin Tim Persikad Depok Cirebon dengan skuad Baru menurut rencana akan digelar antara akhir tahun 2009 hingga awal tahun 2010 mendatang di Kota Cirebon. Meski Mundur dari Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Putaran Pertama, akan tetapi jajaran menejemen berjanji dengan skuad terbaru ak berpartisipasi pada Putaran Ke 2 yang menurut rencana akan bergulir Januari 2010 mendatang.

Persikad Depok Cirebon juga tetap menjadikan Kota Cirebon sebagai Hoom Base tetap dan berencana akan mengganti nama Persikad menjadi Cirebon United. Dengan demikian 3 Pertandingan Kandang Persikad Depok Cirebon melawan Produta, Persiba Bantul dan Persikota secara otomatis ditiadakan.

(isi konferensi Press Manajeman Persikad di www.pro3rri.com *namun kini sudah tidak ada)

isi konferensi pers diatas mengandung beberapa kejanggalan :

1. Manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan kompetisi putaran pertama, namun akan melanjutkan dalam pertandingan putaran kedua. Ini sungguh statement yang aneh, setahu kami dalam kompetisi manapun ketika tim sudah tidak melanjutkan kompetisi di tengah jalan akan terkena sangsi dan turun kasta kedivisi selanjutnya.
2. Manajemen Persikad akan menggantai nama Persikad menjadi Cirebon United pada putaran kedua. Ini juga membingungkan, sebab setahu kami kesebelasan harus bertanding dan menghabiskan kompetisi dengan nama yang sama.
3. masih belum adanya ketegasan manajemen kapan akan membayar kewajiban mereka kepada para pemain Persikad. Janji-janji masih saja keluar dari mulut manajemen.
4. Apa yang dilakukan pemain dengan mengadu kepada BLI sebagai induk kompetisi sepakbola Indonesia, pastinya tidak salah. Itu sudah jalur yang benar dan sesuai aturan. Ini juga buntut dari ketidakjelasan kapan manajeman akan membayar hak-hak pemain. Juga sudah tidak adanya komunikasi yang positif dan konstruktif antara pemain dan manejemen. (Ahmad Syakib) Bookmark and Share Selengkapnya...

Sinetron berjudul Persikad

Ini bukan serial sinetron baru di televise yang pastinya fiksi, ini kisah nyata. Ini juga bukan reality show yang telah di skenariokan dan dibuat agar pemirsa ikut terharu merasakan apa yang sedang di lihatnya, ini kisah nyata, tetapi juga bukan seperti film-film horror yang label kisah nyatanya masih bisa diperdebatkan.

Ya, Ironi ini bernama Persikad. Ini cerita tentang bagaimana pengelolaan klub sepakbola di kota Depok. Awal kisah ini bermula ketika Persikad berhasil naik kasta ke kompetisi Divisi Utama setelah sebelumnya berjuang dari divisi di bawahnya. Saat itu keberhasilan Persikad benar-benar menjadi pengharum nama kota Depok. Bahkan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan partai pengusungnya PKS, menaruh itu sebagai salah satu prestasi yang diraih pada periode kepemimpinannya.

Maka mulailah Persikad, sebuah tim yang tadinya tidak terkenal bahkan di kota Depok sekalipun, mulai menjadi bahan omongan banyak pihak. Masyarakat Depok mulai antusias menyambut tim kebanggaannya ini bertanding di kompetisi Divisi Utama, sambil sesekali bermimpi menatap peluang naek ke kasta Liga Super Indonesia.

Namun tidak selamanya mtahari bersinar dan menerangi bumi adakalanya ia bergantai dengan mlam yang gelap. Begitulah Persikad, peraturan mendagri yang melarang penggunaan APBD bagi klub-klub sepakbola, juga berimbas kepada Persikad yang selama ini menjadikan kebaikan dan keberpihakan Pemda Depok dalam masalah pendanaan.

Maka mulailah muncul wacana melepas Persikad ke kubu swasta, banyak langkah yang sudah diambil oleh pengurus lama. Namun renacana ini tidak berjalan, entah karena ketidakseriusan atau juga karena memang tidak ada investor yang mau menagmbil Persikad. Terpaksa Persikad menjalani musim pertamanya di Divisi Utama dengan kondisi seadanya. Mulailah timbul masalah pendanaan, dari mulai gaji pemain hingga masalah lainnya. Di pertengahan kompetisi sempat ada wacana untuk tidak melanjutkan kompetisi di putaran kedua. Namun, walau dengan napas yang tersenggal-senggal Persikad mampu mengakhiri kompetisi Divisi Utama yang hebatnya striker Persikad, JP Boumsong bisa menjadi top skor liga.

Namun bukan berarti permasalahan selesai. Pengurus lama masih menyisakan sejumlah hutang terutama pembayaran gaji para pemain. Sepuluh bulan pemain tidak mendapatkan haknya. Maka mulailah timbul tuntutan dari para pemain. Saat kondisi seperti ini matahari kembali menunjukkan wajah cerahnya. Ibarat habis gelap terbitlah terang, muncul seorang pengusaha bernama Edy Joenardy dengan bendera EJ group yang berminat menjadi investor baru bagi Persikad. Dengan anggaran besar yang di klaim dimilikinya, sejumlah agenda di sebar dan di wacanakan.

Munculnya EJ Group jelas membawa angir segar baru bagi ofisial dan pemain Persikad. Terlebih sang bos langsung tancap gas untuk merekrut pemain-pemain bintang seperti Bambang Pamungkas dan Aliyyudin, walau akhirnya gagal. Gairah baru muncul di kubu Persikad, itu terlihat dari sejumlah nama yang berusaha ikut seleksi dan terpilih menjadi skuad yang di nakhodai oleh Meiyadi Rekasiwi ini. Tercatat nama-nama seperti Imral Usman, Andik Ardiansyah, Zainal Anwar dan yang lainnya hadir dalam seleksi di Stadion Merpati.

Namun hari tidak selamanya cerah, terkadang awan gelap menggantung yang membersitkan kekuatiran akan datangnya badai. Itulah yang terjadi iming-iming besar di awal pembelian Persikad ternayata hanya janji-janji sampai saat ini para pemain masih belum mendapatkan haknya. Dari hari kehari manajeman PT Persikad hanya memberikan janji-janji kepada para pemain. Bahkan sesaat sebelum pertandingan melawan Deltras Sidoarjo sempat terdapat ancaman pemecatan yang akan dilakukan oleh manajemen terhadap pemain dan official Persikad yang rencananya tidak ingin bertanding sebagai protes terhadap manajemen.

Sejak saat itu situasi semakin tidak jelas, setelah pertandingan melwan Mitra Kukar, pemain dan official mengadu kepada BLI stakeholder liga di Indonesia. Namun lagi-lagi tidak ada kabar pasti akan nasib pemain ini. Bahkan mereka yang tidak ingin melanjutkan pertandingan terancam terkena sangsi dari komisi disiplin.

Kondisi semakin panas ketika manajemen Persikad melakukan konferensi Pers di www.pro3rri.com dalam konferensi pers ini manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa pertandingan putaran pertama, selain itu juga akan merombak 60% ofisial dan pemain serta menggantinya dengan nama-nama baru. Manajemen juga akan mengganti nama Persikad menjadi Cirebon United pada putaran kedua nanti. Sedang untuk pembayaran hak terhadp pemain belum ada kata tegas dari manajemen walau tetap berjanji akan melunasi.

Akhirnya sinetron berjudul Persikad masih belum berakhir. Kita menantikan episode-episode selanjutnya apakah akan berkahir dengan happy ending atau tidak. Namun apapun itu hak-hak pemain yang telah menghabiskan keringatnya di lapangan harus terus terlaksana dan terlunaskan. (Ahmad Syakib) Bookmark and Share Selengkapnya...

Persikad Nyatakan Mundur dari Divisi Utama Ligina

Buntut dari permasalahan belum digajinya para Pemain dan Official tim Persikad Depok Cirebon hingga 3 bulan lamanya yang tengah mencuat akhir – akhir ini menyebabkan Mengemen Persikad mengambil sikap tegas untuk tidak melanjutkan sisa pertandingan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Putaran Pertama yang baru berjalan beberapa pekan. Hal tersebut juga membuat Jajaran Menejemen Persikad Depok Cirebon mengambil keputusan terpahit yakni dengan dikeluarkanya 60 persen komposisi pemain dan official dalam rangka perombakan total.

Hal itu Ditegaskan Oleh Pemilik Persikad Depok Cirebon Edy Joenardi melalui Direktur Operasional Ichsan Sahabudin dalam konferensi Pers yang berlangsung kemarin di Sekertariat Persikad Jalan Pembangunan Kota Cirebon. Menurutnya, Permasalahan Gaji yang menjadi acuan Utama Para Pemain untuk hengkang dari Persikad tidak relevan, karena, dari kemarin pihak menejemen sudah ada niatan baik untuk melunasi gaji para pemain, akan tetapi niatan tersebut malah ditanggapi dingin oleh sebagian pemain dan official yang langung melapor ke pihak Badan Liga Indonesia BLI di Jakarta.

Dengan permasalahan tersebut, Menejemen Persikad dalam rapat tertutupnya menghasilkan keputusan untuk merombak 60 persen pemain dan mundur dari Divisi Utama Liga Indonesia Wilayah 2. Dalam kesempatan tersebut Ichsan mewakili seluruh menejemen Persikad Depok Cirebon, meminta maaf kepada masyarakat Wilayah Cirebon termasuk jajaran muspida yang telah mendukung keberadaan Persikad Depok Cirebon selama berada dan hoom base di Kota Cirebon.

Lebih Lanjut Ichsan mengatakan Untuk proses perombakan Pemain dan pelunasan Gaji yang belum terbayar akan dilakukan secepatnya dengan diketahui oleh pihak BLI, dan Untuk Launchin Tim Persikad Depok Cirebon dengan skuad Baru menurut rencana akan digelar antara akhir tahun 2009 hingga awal tahun 2010 mendatang di Kota Cirebon. Meski Mundur dari Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Putaran Pertama, akan tetapi jajaran menejemen berjanji dengan skuad terbaru ak berpartisipasi pada Putaran Ke 2 yang menurut rencana akan bergulir Januari 2010 mendatang.

Persikad Depok Cirebon juga tetap menjadikan Kota Cirebon sebagai Hoom Base tetap dan berencana akan mengganti nama Persikad menjadi Cirebon United. Dengan demikian 3 Pertandingan Kandang Persikad Depok Cirebon melawan Produta, Persiba Bantul dan Persikota secara otomatis ditiadakan. Bookmark and Share Selengkapnya...

 

bersatu

manahan

beraksi

demo PSSI

pasoepati

sepakbola indonesia

Demo PSSI

revolusi PSSI